SakuraKids – “Anak saya usia empat tahun sudah bisa makan sendiri tanpa dibantu”
“Anak saya usia 5 tahun sudah bisa dan berani ke toilet sendiri”.
Tak jarang pasti bunda mendengar para orang tua membanggakan anaknya yang sudah mampu mandiri sejak dini. Kemudian muncul pertanyaan pada diri sendiri, kenapa anak saya belum mandiri? Kenapa anak saya tidak bisa seperti anak lainnya?
Tak usah khawatir bunda. Setiap anak tumbuh dan berkembang berbeda-beda sesuai dengan lingkungannya. Bunda dan ayah memiliki peran yang penting untuk kemandirian ananda.
Taukah bunda, bahwa kemandirian itu bisa dibangun oleh bunda sejak anak usia dini. Apakah selama ini bunda dan ayah sudah mengajarkan untuk mandiri, atau justru menghambat dengn membantu semua kebutuhan anak? Contoh kecilnya, memakaikan baju, menyuapi makanan atau mengutamakan anak saat bermain.
Sebelum mengulas bagaimana cara membangun kemandirian anak, terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan kemandirian bagi anak usia dini, yakni kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri mereka sendiri, yang mencakup kemampuan berpikir, merasakan dan melakukan sesuatu atas dorongan dirinya sendiri.
Sikap Mandiri
Kemandirian bagi anak usia dini mencakup tiga hal. Yang pertama, kemandirian fisik. Hal ini berkaitan dengan keterampilan hidup sehari-hari yang bisa dilakukan sendiri oleh anak, misalnya bisa makan sendiri, memakai baju, memakai sepatu, buang air tanpa bantuan orang lain serta kegiatan sederhana lainnya.
Kedua, kemandirian emosional, yakni kemampuan anak mengatasi perasaannya sendiri. Terutama perasaan negatif seperti sedih dan takut, misalnya berani harus ke toilet sendiri atau tidak emosional jika tidak bisa mengerjakan sesuatu hal.
Yang terakhir adalah kemandirian sosial yakni kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan lingkungnnya. Misalnya dengan teman-temannya dan tidak selalu merasa menang sendiri. Anak juga mampu mengantri, bergantian dengan teman-temannya . Anak juga mampu berkomunikasi dengan teman mainnya, baik yang seusianya atau dengan orang dewasa.
Banyak Manfaat
Kemandirian anak tidak tumbuh dengan sendirinya. Anak belajar dari lingkungannya. Rumah merupakan tempat pertama anak-anak belajar dan orang tua sebagai contoh terbaik bagi anak-anaknya.
Sebenarnya, apa sih manfaat kemandirian bagi anak usia dini? Apakah tidak masalah jika anak bisa mengerjakan hal-hal sederhana sendiri?
Jika bunda memberikan kesempatan anak untuk mengerjakan suatu hal sendiri, percaya diri anak akan semakin meningkat. Apalagi jika setelah itu bunda berikan pujian atas apa yang sudah dikerjakannya.
Selain itu, manfaat membangun kemandirian sejak dini juga dapat membuat anak semakin bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Anak juga semakin kuat daya tahan fisik dan mentalnya, semakin kreatif dan mampu mengembangkan diri.
Faktor Penghambat
Lalu, apa sebabnya ananda tak juga mandiri di usianya? Ada beberapa faktor yang menghambat kemandiriannya. Salah satunya yakni orang tua kurang memberikan kesempatan pada anak.
Biasanya hal itu terjadi karena orang tua belum paham mengenai tahap perkembangan kemampuan anak. Sehingga cenderung tidak memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan kebutuhannya sendiri.
Selain itu, faktor orang tua yang kurang sabar dalam proses perkembangan anak. Misalnya, saat anak diminta memasang kancing bajunya sendiri dan mereka membutuhkan waktu yang cukup lama, terkadang orang tua tidak sabar untuk membantunya. Padahal anak sudah mampu melakukannya.
Faktor lainnya karena orang tua tidak tega saat anak melakukan kebutuhannya sendiri. Padahal, anak mampu melakukan hal itu. Karena itu, biarkan anak mencoba agar kemandiriannya tidak terhambat.
Orang tua juga jarang mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Padahal sosialisasi dibutuhkan anak untuk belajar berperilaku sesuai nilai dan norma sosial di lingkungannya.
Penulis : Bunga Kusuma
“Semakin banyak anak melakukan sendiri, semakin besar kebahagiaan dan rasa percaya dirinya” Elizabeth Bergner Hurlock, penulis buku Developmental Psychology
