
Berbicara mengenai pendidikan dan pola asuh anak yang berlandaskan ajaran Islam, Al-Qur’an, dan Sunnah, tujuannya adalah membentuk anak agar menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa. Dalam hal ini, pendidikan yang ditekankan bukan hanya pada aspek pengetahuan, melainkan juga pada pembentukan akhlak, moral, dan spiritual.
Lingkungan tempat anak tumbuh menjadi faktor paling penting dalam membentuk pribadi yang memiliki akhlak mulia serta moral dan spiritual yang baik. Mengapa demikian? Karena salah satu karakteristik dasar anak adalah “suka meniru.” Siapa yang ia tiru? Tepat sekali, orang-orang di sekitarnya, terutama yang sering ia temui. Jika perilaku yang ia lihat dilakukan secara terus-menerus, maka hal itu akan tertanam menjadi kebiasaan dalam dirinya.
Sebagai contoh, bayangkan seorang anak yang sedang bermain dengan beberapa teman yang lebih dewasa. Saat bermain, seekor kucing lewat dan dianggap “mengganggu” aktivitas mereka. Salah satu anak yang lebih tua kemudian mengusir kucing itu dengan cara menendangnya keras — dan kejadian itu terjadi berulang kali. Nah, di situlah pembentukan karakter anak mulai terjadi. Ia akan menganggap tindakan kasar itu sebagai hal yang wajar dan sah-sah saja dilakukan. Akibatnya, perilaku tersebut bisa terbawa hingga menjadi bagian dari kepribadiannya kelak.
Sebaliknya, mari lihat contoh lain. Seorang anak bersekolah di Sekolah A, dan tanpa sengaja ia menumpahkan air ke lantai. Biasanya di rumah, ia akan dimarahi dengan nada keras oleh bundanya. Namun di sekolah, gurunya justru menanggapinya dengan lembut, “Tidak apa-apa, Nak. Ayo, kita bersihkan bersama-sama supaya lantainya kering lagi. Tidak perlu takut dimarahi, yang penting kamu bertanggung jawab dengan membersihkannya.”
Apa yang akan dipikirkan anak? Ia akan belajar bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan amarah atau suara tinggi. Dengan sikap lembut dan penuh kasih, masalah pun bisa diselesaikan tanpa menyakiti perasaan orang lain. Dari pengalaman sederhana ini, anak belajar menjadi pribadi yang lebih tenang, tidak temperamental, dan lebih bijak secara emosional.

Penasaran ingin tahu seperti apa Parenting Islami ala Little Cikal?
Yuuukkk, kita lanjut bersama dan temukan bagaimana cara Little Cikal menanamkan nilai-nilai Islami dengan cara yang menyenangkan dan penuh makna !
- Islamic Character Building
Little Cikal menerapkan konsep Islamic Character Building, yaitu suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan serta memperkuat karakter Islami pada anak didik. Proses ini berfokus pada pembentukan akhlak mulia, integritas, dan kepribadian yang baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, anak-anak di Little Cikal dibimbing untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut — dimulai dari berwudhu, melaksanakan salat, hingga berdoa bersama. Tujuannya adalah untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan cerdas secara spiritual, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Semua itu dilakukan dengan satu tujuan utama: meraih rida Allah SWT. - Penguatan dan pembentukan adab
Little Cikal juga menerapkan penguatan dan pembentukan adab, yaitu proses membangun karakter dan akhlak mulia melalui keteladanan, pengajaran, serta pembiasaan yang konsisten. Dalam kesehariannya, para guru di Little Cikal senantiasa menjadi contoh nyata bagi anak-anak dengan menunjukkan perilaku yang baik, mengajarkan nilai-nilai moral, melatih rasa tanggung jawab, mendorong interaksi sosial yang positif, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter. Tujuannya adalah agar setiap teladan dan kebiasaan baik yang diberikan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik, sehingga mereka mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari — baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sekitar. - Tahfiz Qur’an
Little Cikal juga menerapkan program Tahfiz Qur’an, yaitu proses menghafal Al-Qur’an melalui pembacaan dan pendengaran yang dilakukan secara berulang-ulang hingga anak mampu membacanya tanpa melihat mushaf. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaga, melestarikan, dan mengamalkan isi Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, proses Tahfiz di Little Cikal mencakup pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid, melakukan muroja’ah atau pengulangan hafalan secara rutin, serta setor hafalan kepada guru pembimbing yang telah hafal dan berpengalaman. - Islamic Intergrated Learning
Little Cikal juga menerapkan konsep Islamic Integrated Learning, yaitu pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama Islam dengan ilmu pengetahuan umum. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk menciptakan sistem pendidikan yang utuh, holistik, dan seimbang, di mana ajaran agama tidak dipisahkan dari ilmu duniawi. Sebaliknya, keduanya dipandang sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi, sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Jangan tunda lagi !
Pilihlah sekolah terbaik untuk buah hati Ayah dan Bunda. TK Little Cikal Bilingual hadir sebagai salah satu pilihan terbaik untuk membantu mengembangkan karakter anak yang positif, berakhlak mulia, dan percaya diri dalam menghadapi masa depannya.

📍 Lokasi Sekolah
Ruko Legian Blok A55 No.309-311
Citra Maja City, Lebak-Banten
Informasi lebih lanjut, hubungi :
www.cikalindonesia.com
0857-7689-6899
@little_cikal
